Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Monday, November 1, 2010

Kulit dan Biji Pepaya Berkhasiat untuk Dimakan

Kulit dan Biji Pepaya Berkhasiat untuk Dimakan

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Selama ini orang sudah tahu bahwa buah pepaya sangat baik untuk kesehatan. Tetapi kebanyakan orang mengenal yang bermanfaat dari pepaya adalah daging buah saja. Padahal kulit, daun dan biji pepaya juga bisa dimakan dan bergizi.
Pepaya telah lama dikenal untuk manfaat kesehatan. Pada tahun 1875, dokter Inggris TP Lucas, memulai sebuah rumah sakit di Brisbane, Australia, yang mengobati pasien dengan pepaya.

Pepaya mengandung papain (enzim hidrolase sistein protease) yang dapat membantu dalam pencernaan dengan memecah protein. Pepaya merupakan sumber serat yang baik, folat, vitamin A, karotenoid, lutein, lycopene dan asam amino esensial yang mempengaruhi fungsi sel yang tepat.

Selain itu, pepaya memiliki vitamin E empat kali lebih banyak, 33 persen vitamin C lebih banyak, 50 persen kalium lebih banyak dan kalori lebih sedikit daripada jeruk.

Bagian yang penting dari pepaya bukan hanya daging buahnya saja. Biji, kulit kayu, daun serta kulit buahnya juga mengandung unsur yang tidak hanya bergizi, tetapi memiliki sifat terapeutik (berkhasit untuk terapi).

Dilansir Livestrong, Selasa (2/11/2010), berikut manfaat dari kulit, daun dan biji pepaya:

Kulit pepaya
Sama seperti daging buahnya, kulit pepaya juga bisa dimakan. Kulit pepaya memiliki banyak manfaat nutrisi, tetapi hanya kulit pepaya yang tumbuh secara organik tanpa bahan kimia dan residu pestisida.

Masyarakat Papua Nugini tidak hanya makan kulit pepaya, namun menggunakan sifat penyembuhannya yang ampuh untuk mengobati ruam dan terbakar sinar matahari, serta untuk menghilangkan noda-noda hitam karena penuaan.

Daun pepaya
Daun mungkin merupakan bagian paling menguntungkan dari pepaya untuk penggunaan terapi. Ada bukti bahwa pepaya memiliki efek antikanker terhadap tumor, termasuk kanker payudara, leher rahim, hati, paru-paru dan pankreas.

Para peneliti di University of Florida menggunakan ekstrak daun pepaya kering untuk menemukan efek dramatis pepaya terhadap 10 jenis tumor. Penduduk asli di Australia juga telah berhasil menggunakan ekstrak daun pepaya untuk mengendalikan kanker tanpa toksisitas.

Biji pepaya
Selama berabad-abad, akar dan biji pepaya digunakan untuk membuat teh, yang berkhasiat untuk mengusir parasit, mengurangi perdarahan, kolik ginjal dan penyakit kuning.

Sekitar 20 biji pepaya mengandung protein yang sangat mudah dicerna, bisa dikunyah atau ditelan untuk menghilangkan sebagian besar parasit.

Sebuah studi dari Nigeria dan diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food menemukan bahwa biji pepaya kering adalah pengobatan yang efektif murah, alami dan banyak tersedia untuk parasit usus manusia tanpa efek samping yang signifikan.

Friday, September 3, 2010

Serangan Jantung Bisa Terungkap Oleh Rambut

Serangan Jantung Bisa Terungkap Oleh Rambut


Assalamu'alaikum sobat semua..
Kali ini saya akan berbagi info mengenai khasiat rambut, dimana rambut ini bisa mendeteksi atau mengetahui resiko serangan jantung...wuiiihh..dahsyat yaa...:) Seperti yang dikutip dari sumber detik health, Kandungan kortisol atau hormon stres di rambut lebih akurat untuk menentukan risiko serangan jantung. Dibandingkan di dalam darah atau cairan tubuh lainnya, hormon tersebut bertahan lebih lama di bagian rambut.


Stres disebut-sebut sebagai salah satu faktor risiko serangan jantung atau infark myokard akut (IMA). Tingkat stres dapat diukur berdasarkan peningkatan hormon kortisol yang terjadi saat seseorang mengalami tekanan secara psikologis.

Dikutip dari CBC News, Jumat (3/9/2010), pengukuran tersebut umumnya dilakukan dengan mengamati sampel darah, urine atau air ludah. Kadar kortisol dalam cairan tubuh semacam itu cukup akurat untuk mengukur tingkat stres, namun tidak untuk melihat risiko serangan jantung karena sifatnya hanya sementara.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal STRESS mengungkap, pengukuran kadar kortisol untuk menentukan risiko serangan jantung paling baik dilakukan di bagian rambut. Kortisol bertahan lebih lama di bagian tersebut, sehingga lebih menggambarkan tingkat stres dalam periode yang lebih panjang.

Dikatakan juga dalam penelitian tersebut, rambut hanya tumbuh rata-rata 1 cm dalam 1 bulan. Oleh karena itu, kadar kortisol dalam rambut sepanjang 6 cm misalnya dapat menggambarkan tingkat stres seseorang selama periode lebih dari 6 bulan.

Penelitian yang dilakukan di University of Western Ontario itu melibatkan 56 pasien IMA di sebuah rumah sakit. Sampel rambut sepanjang 3 cm yang diambil dari para pasien dianalisis, lalu dibandingkan dengan sampel rambut dari 56 pasien yang menderita penyakit lain.

"Kesimpulannya, para pasien IMA mengalami peningkatan kadar kortisol dalam 3 bulan sebelumnya. Ini membuktikan bahwa rambut cukup akurat untuk mengukur tingkat stres yang erat kaitannya dengan risiko serangan jantung," ungkap Dr. Gideon Koren, pakar toksikologi molekuler yang memimpin penelitian tersebut.

ehm...semoga bermanfaat...walo saya juga kurang faham dalam ilmu kedokteran, namun mudah-mudahan info ini dapat berguna bagi sobat semua..


Saturday, August 28, 2010

Kayu Manis Bisa Cegah Diabetes

Kayu Manis Bisa Cegah Diabetes

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Ohio, Jangan kira karena namanya yang 'manis' lantas kayu manis dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Rempah-rempah satu ini justru dapat mencegah diabetes dan penyakit jantung.
Kayu manis merupakan salah satu bumbu masak tertua yang digunakan manusia. Menurut studi, rempah-rempah yang beraroma dan manis ini dapat mencegah dan mengobati diabetes dan penyakit jantung.

Diabetes dan penyakit jantung adalah dua penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Dan sebagian besar penyebab kedua penyakit ini adalah makanan.

Sebuah studi menemukan bahwa larutan kayu manis mengandung antioksidan yang dapat mengurangi kemungkinan mendapatkan diabetes dan penyakit jantung hingga 23 persen.

Peneliti dari Centre for Applied Health Sciences di Fairlawn, Ohio, Amerika Serikat, mempelajari 22 orang obesitas dengan prediabetes, yaitu keadaan kritis sebelum diabetes yang masih bisa diobati.

Setengah dari partisipan diberi 250 mg kayu manis yang larut dalam air untuk diminum sehari-hari dan sisanya hanya diberi plasebo (tidak mengandung kayu manis).

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengamati darah partisipan sebelum dan sesudah survei. Hasilnya, diperoleh bahwa partisipan yang meminum larutan kayu manis dapat meningkatkan antioksidan yang terkait dengan gula darah sebesar 13 sampai 23 persen.

"Penelitian ini dapat menunjukkan efektivitas jus kayu manis dalam pencegahan diabetes dan penyakit jantung," ujar Richard Anderson, pemimpin penelitian dari U.S. Department of Agriculture, seperti dilansir dari Dailymail, Sabtu (28/8/2010).

Wednesday, August 25, 2010

Kenapa Bayi Suka Memasukkan Barang ke Mulut?

Kenapa Bayi Suka Memasukkan Barang ke Mulut?

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Pada usia tertentu terkadang bayi senang sekali memasukkan apapun ke dalam mulutnya yang kadang membuat orangtua menjadi khawatir. Kenapa ya bayi suka memasukkan barang ke mulutnya?
Jika yang dimasukkan si kecil ke dalam mulutnya adalah makanan, mungkin tidak akan menjadi masalah. Tapi biasanya barang apapun yang ditemukan si kecil akan selalu dimasukkan ke dalam mulut baik berupa makanan, mainan atau benda lainnya yang ditemukan di lantai.

"Mulut bayi memiliki ujung saraf yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, karena itu jika ia ingin mengetahui tentang rasa atau tekstur dari sesuatu maka ia akan memasukkan barang tersebut ke dalam mulut," ujar Penney Hames, seorang psikolog anak seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (25/8/2010).

Biasanya kondisi ini mulai terjadi saat bayi masih berusia di bawah satu tahun atau sekitar usia 7 bulan saat ia sudah mulai bisa menggenggam dan mengontrol tangannya. Bayi akan tertarik dengan segala jenis barang terlebih jika ia melihat mainan-mainan yang memiliki bentuk dan warna menarik.

Beberapa mainan tertentu terkadang tidak diperbolehkan untuk anak di bawah usia 3 tahun, hal ini kemungkinan ada komponen tertentu pada mainan tersebut yang bisa berbahaya jika tertelan oleh anak.

Kebiasaan ini biasanya akan terus terjadi hingga si kecil memasuki usia 2 tahun, namun pada usia tersebut ia juga sudah mulai tertarik tentang apa yang dilakukan atau terjadi pada mainannya sehingga mulai mengeksplorasi gerakan tangan dan matanya. Sebagian besar anak akan berhenti memasukkan barang ke dalam mulutnya saat berusia 3 tahun.

Hames mengungkapkan bahwa kebiasaan memasukkan barang ke dalam mulut juga bisa terjadi jika si kecil akan tumbuh gigi yang biasanya disertai dengan menetesnya air liur.

Untuk itu orangtua perlu mengawasi benda-benda dan mainan yang digunakan oleh si kecil, pastikan barang-barang ini tidak berbahaya atau tidak melukai mulut si kecil. Sebaiknya singkirkan mainan yang berbentuk terlalu kecil atau memiliki ujung tajam misalnya karena sudah ada bagian yang patah.

Selain itu pastikan untuk selalu membersihkan lantai, mainan dan tangan bayi untuk menghindarinya dari bakteri atau virus yang bisa membuatnya sakit, namun orangtua juga tak perlu terlalu takut dengan kebiasaan ini. Serta beritahu si kecil secara baik-baik jika ia memasukkan benda-benda yang berbahaya atau kotor ke dalam mulutnya.

10 Masalah Kesehatan Anak Paling Mengkhawatirkan

10 Masalah Kesehatan Anak Paling Mengkhawatirkan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sebuah survei mengungkap obesitas sebagai ancaman kesehatan paling serius bagi anak-anak. Rokok, penyalahgunaan obat terlarang dan kehamilan di usia remaja masuk dalam 10 besar masalah kesehatan paling mengkhawatirkan pada anak.
Dalam survei tahunan yang diadakan di Michigan tersebut, obesitas terpilih sebagai masalah nomor 1 selama 3 tahun berturut-turut. Tahun ini, obesitas dipilih oleh hampir 40 persen dari 2.064 responden yang dilibatkan.

Dikutip dari Unmich.edu, Selasa (24/8/2010), 10 besar masalah kesehatan anak yang terungkap dalam survei tersebut adalah sebagai berikut.

1.   Obesitas anak, 38 persen
2.   Penyalahgunaan obat, 30 persen
3.   Merokok, 29 persen
4.   Keamanan internet, 25 persen
5.   Stres, 24 persen
6.   Bullying (perilaku kekerasan), 23 persen
7.   Kehamilan di usia muda, 23 persen
8.   Pelecehan dan penelantaran anak, 21 persen
9.   Penyalahgunaan alkohol, 20 persen
10. Tidak ada waktu untuk berolahraga, 20 persen

Sedangkan jika dipilah-pilah berdasarkan etnis responden, obesitas lebih banyak dipilih oleh etnis kulit putih sebagai peringkat pertama (37 persen). Etnis kulit hitam memilih rokok sebagai peringkat teratas (40 persen), sementara etnis hispanik memilih penyalahgunaan obat terlarang (46 persen).

Responden juga diminta untuk menilai apakah pilihannya itu dari waktu ke waktu makin membaik, memburuk atau sama saja. Ketika diambil rata-rata, ternyata 57 persen responden mengatakan secara umum masalah-masalah tersebut makin memburuk.

"Hal ini mungkin dipengaruhi oleh hasil survei sebelumnya, yang menempatkan obesitas sebagai masalah nomor 1 selama 3 tahun berturut-turut," ungkap Matthew M Davis, MD, penggagas survei yang juga profesor kesehatan anak di
University of Michigan.

"Kemungkinan lain, orang tua mulai mengkhawatirkan kemungkinan komplikasi akibat obesitas, seperti diabetes, penyakit jantung, arthritis dan gangguan pernapasan serta pola tidur," tambahnya.

Rokok dan penyalahgunaan obat juga masuk dalam peringkat 10 besar, meski data nasional di negara tersebut menunjukkan jumlah kasus yang berhubungan dengan masalah itu justru menurun. Menurut Davis, hal ini menunjukkan tingginya kepedulian orang tua terhadap bahaya rokok dan obat terlarang.

"Upaya memerangi rokok dan obat terlarang sudah berlangsung secara aktif selama beberapa generasi. Untuk perbandingan, upaya memerangi obesitas beru dimulai akhir-akhir ini saja," kata Davis.

Tips Mengatasi Anak Yang Takut Di Suntik/Imunisasi

Tips Mengatasi Anak Yang Takut Di Suntik  Imunisasi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Liverpool, Tidak mudah memberikan imunisasi pada anak, sebab umumnya anak-anak takut disuntik. Namun menurut penelitian, mendengarkan kicauan burung sebelum disuntik bisa mengatasi ketakutan tersebut.
Sebuah rumah sakit di Liverpool, Inggris telah membuktikannya dengan memutarkan suara kicauan burung di ruang tunggu. Suara tersebut ternyata membuat anak-anak lebih tenang dan tidak ketakutan ketika berhadapan dengan jarum suntik.

Menurut para peneliti yang terlibat dalam eksperimen tersebut, suara burung yang menenangkan itu telah mempengaruhi salah satu bagian otak yang pusat kendali emosi. Akibatnya anak-anak mudah melupakan kegelisahan dan rasa takutnya saat menunggu giliran disuntik.

Bahkan peneliti menduga suara itu juga mempengaruhi respons terhadap rasa sakit. Selain lebih sedikit merasakan sakit, anak-anak yang mendengarkan suara burung sebelum disuntik lebih cepat mengatasi rasa sakitnya sehingga tidak banyak menangis.

Penelitian yang didanai oleh The Foundation for Art and Creative Technology itu dipimpin seorang pakar pengobatan alami, David Attenborough. Ia dibantu oleh juru rekam suara, Crist Watson.

Suara-suara burung berkicau itu direkam di Springfield Park, lengkap dengan detail suara hujan dan hembusan angin. Rekaman itu awalnya hanya diperdengarkan di koridor rumah sakit, namun belakangan banyak pengunjung yang ingin memilikinya untuk diputar di rumah.

"Kami melihat manfaat nyata dengan menghadirkan suasana alami ke rumah sakit. Di bangsal anak, terapis bisa menggunakan rekaman semacam ini untuk mengalihkan kegelisahan dan membuat pasien lebih tenang," ungkap Artistic Programme Director FACT, Laura Siller seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (25/8/2010).


Darimana Asal Usul Vaksin Meningitis

Darimana Asal Usul Vaksin Meningitis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Pernyataan mantan menkes Siti F Supari bahwa pembuatan semua vaksin meningitis bersinggungan dengan unsur babi, sebenarnya tidak mengejutkan. Berbagai publikasi ilmiah yang membuktikan hal itu bisa diakses dengan mudah oleh siapun.
Ketua Umum Pengurus Yayasan YARSI, Prof Dr H Jurnalis Uddin, PAK mengatakan bahwa masyarakat bisa memberi penilaian sendiri terkait fatwa MUI tentang vaksin meningitis. Informasi mengenai hal itu dapat diperoleh di ruang publik (public domain) seperti website sehingga bisa diakses oleh siapapun.

Salah satunya adalah artikel berjudul 'Isolation of Bacteriophages Active Against Neisseria Meningitidis' yang dipublikasikan dalam Journal of Virology volume 1, Juni 1967. Artikel tersebut mengungkap bahwa semua strain bakteri Neisseria meningitidis diisolasi dari cairan tubuh pasien meningitis dengan menggunakan media chocolate-agar.

Salah satu unsur yang terdapat dalam media tersebut adalah Mueler Hilton Media (MHM), yang diproduksi oleh sebiah perusahaan mikrobiologi DB/Difco Laboratories. Dalam salah satu rilisnya, perusahaan tersebut menyatakan bahwa MHM buatannya mengandung porcine raw material yang mengandung enzim babi.

Sementara itu, sebuah artikel berjudul 'Human Immunity to The Meningococcus' yang dipublikasikan tahun 1969 menjelaskan bahwa semua bakteri yang dipakai untuk pengembangan vaksin meningitis diproduksi oleh pabrik yang sama. Pabrik tersebut dikelola oleh Walter Reed Army Institute of Research.

Prof Jurnalis mengatakan, hingga saat ini pabrik tersebut merupakan satu-satunya penyedia bakteri yang dipakai untuk membuat vaksin meningitis. Oleh karena itu jika ada produsen vaksin mengatakan bibit vaksin yang dipakainya bebas dari persinggungan dengan enzim babi, menurut Prof Jurnalis tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Fakta ini perlu diungkap agar umat memiliki pemahaman yang benar dan wawasan yang luas dalam menyikapi isu vaksin meningitis, terlepas dari fatwa MUI," ungkap Prof Jurnalis dalam jumpa pers di kampus Universitas Yarsi, Jakarta Pusat, Selasa (24/8/2010).

Sementara itu menurut mantan Kepala LIPI, Prof Dr Umar Anggara Jenie, MSc, Apt, persinggungan dengan unsur babi itu seharusnya tidak menjadi masalah. Sebab hal itu hanya terjadi dalam penyiapan bibit, sehingga bisa dipastikan tidak ada DNA babi dalam vaksin yang sudah jadi.

"Dalam penyiapan bibit, porcine hanya berfungsi sebagai gunting untuk memotong protein yang akan dimakan oleh bakteri. Porcine itu tidak dimakan, sehingga tidak masuk dalam bibit bakteri tersebut," jelas Prof Umar.

Ditambahkan oleh Prof Umar, dari working seed (bibit) itu yang diambil hanya polisakarida yakni lapisan dinding sel bakteri. Bakterinya sendiri tidak digunakan dalam produksi vaksin.

Monday, August 23, 2010

Tips Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba Jenis Kokain

Mengobati Kecanduan Kokain dengan Ekstrak Kudzu

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Berbagai cara dikembangkan untuk mengatasi kecanduan obat-obatan terlarang. Dan penelitian terbaru menemukan bahwa ekstrak dari pohon kudzu dapat mengobati kecanduan kokain.
Peneliti dari Gilead Sciences Inc menemukan bahwa ekstrak pohon kudzu yang sedang dikembangkan untuk mengobati kecanduan alkohol ternyata juga dapat mengobati kecanduan kokain.

Gilead melanjutkan eksperimen obat ini sejak tahun lalu, ketika penelitian ini dibeli dari CV Therapeutics Inc.

Menurut hasil penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal Nature Medicine, menunjukkan bahwa obat ini dapat menghentikan adiksi terhadap penggunaan kokain.

"Tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi kecanduan kokain, meskipun ilmu pengetahuan tentang neurobiologi dari kecanduan obat sudah luas," ujar Lina Yao, Ivan Diamond dan rekan, tim peneliti dari Gilead, seperti dilansir dari Reuters, Senin (23/8/2010).

Kudzu adalah obat yang sudah lama digunakan untuk mengatasi alkoholisme. Pohon anggur asli Asia ini telah menyebar di banyak daerah di Amerika tenggara, setelah diimpor untuk mengatasi erosi tanah.

CV Therapeutics membuat ekstrak sintetik yang disebut dengan selective aldehyde dehydrogenase-2 inhibitor atau ALDH2i. Penelitian ini dinamai dengan CVT-10216.

Berdasarkan uji yang dilakukan, ditemukan bahwa ekstrak kudzu dapat menghentikan kecanduan terhadap kokain dan bahkan dapat mencegah timbulnya kekambuhan setelah pengguna terbebas dari kokain.

Peneliti menemukan cara kerjanya, yaitu dengan meningkatkan senyawa yang disebut dengan tetrahydropapaveroline atau THP. Kecanduan kokain akan membuat level zat kimia otak yang disebut dopamin meningkat dan THP berperan untuk mengacaukan peningkatan dopamin tersebut.

"Kami mengusulkan bahwa obat ini aman, selektif, reversibel ALDH-2 inhibitor seperti ALDH2i mungkin memiliki potensi untuk meredam kecanduan kokain manusia dan mencegahnya kambuh kembali," tulis peneliti.

Sunday, August 22, 2010

Cara Membasmi Virus Ebola

Virus Mematikan Ebola Bisa Segera Dibasmi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
Foto: thinkstock
Washington, Ancaman senjata biologis membuat Amerika gencar mendanai penemuan obat baru untuk virus-virus mematikan, antara lain Ebola. Upaya itu tidak sia-sia, sebab kini obat baru untuk virus mematikan tersebut telah siap diujikan pada manusia.
Dalam pengujian terhadap kera ekor panjang (cynomolgus monkey), obat tersebut efektif mengatasi virus Marburg hingga 90 persen. Virus ini masih satu keluarga dengan Ebola dalam kelompok filovirus (virus penyebab demam berdarah) dengan tingkat kematian 90 persen.

Dikutip dari France24, Senin (23/8/2010), obat yang dinamakan PMO (phosphorodiamidate morpholino oligomers) ini bekerja dengan menghambat replikasi (penggandaan diri) virus. Terhambatnya replikasi tersebut memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk membentuk perlawanan terhadap virus.

Untuk dapat diproduksi secara massal, obat ini masih harus melalui beberapa tahap pengujian. Setelah efektivitas pada kera terbukti, kini US Food and Drug Administration (FDA) telah memberikan lampu hijau untuk menguji keamanannya pada sekelompok kecil relawan.

Apabila keamanan pada manusia sudah terbukti, obat itu masih harus melalui 1 tahap lagi. Dalam kelompok relawan yang lebih besar obat itu akan diuji lagi efektivitasnya, bukan lagi pada kera melainkan manusia.

Di Afrika yang merupakan tempat virus ini berasal, penyakit Ebola banyak menyerang kelelawar pemakan buah dan primata non-manusia. Sementara pada manusia, sejak tahun 1976 WHO telah mencatat 1.850 kasus dengan korban tewas berjumlah 1.200 orang.

Virus ini begitu mematikan, hingga muncul kekhawatiran penyalahgunaan sebagai senjata biologis oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu sejak serangan teroris 11 September 2001, militer AS melalui Pentagon gencar mendanai pengembangan obat untuk Ebola.

Penemuan PMO sebagai antivirus untuk Ebola kali ini juga tak lepas dari peran militer AS. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine ini diprakarsai oleh Badan Riset Militer AS bekerja sama dengan perusahaan farmasi di Washington, AVI BioPharma.

Tips Sederhana Mencegah Kanker

Tips Sederhana Mencegah Kanker

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Southampton, Inggris, Beberapa jenis makanan sehari-hari menyimpan khasiat untuk mengobati penyakit sehingga dijuluki makanan super atau superfood. Penemuan terbaru, selada air (watercress) ternyata juga ampuh menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selada air merupakan jenis tanaman yang tumbuh mengapung di air, tersebar di seluruh daratan Eropa dan Asia. Sering dikonsumsi sebagai sayur tumis dan rasanya agak mirip dengan kangkung atau bayam.

Selain kaya akan serat, baru-baru ini tim peneliti dari Southampton University mengungkap bahwa sayuran ini mengandung senyawa antikanker. Dalam pengujian terhadap sejumlah relawan, senyawa itu terbukti ampuh menghambat pertumbuhan kanker payudara.

Dikutip dari Telegraph, Senin (23/8/2010), uji coba itu dilakukan terhadap 4 partisipan wanita. Dalam sampel darah partisipan yang diamati selama 6 jam setelah mengkonsumsi selada air, tampak penurunan aktivitas senyawa yang membantu pertimbuhan kanker yakni protein 4E.

Penurunan tersebut diduga merupakan efek dari isothiocyanate, salah satu senyawa yang terkandung di dalam selada air. Akan tetapi mekanisme isothiocyanate dalam menghambat pembentukan protein 4E maupun pertumbuhan kanker itu sendiri masih belum diketahui pasti.

Dalam kesimpulan sementara yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, peneliti juga mengungkap bahwa selada air juga tidak hanya menghambat pertumbuhan kanker. Bagi yang sudah pernah sembuh dari kanker, mengkonsumsi 80 gram atau 1 porsi sayuran ini setiap hari diklaim dapat mencegah kekambuhan.

Akan tetapi seorang peneliti dari Cancer Research di Inggris, Hazel Nunn berpendapat bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan hal itu. Menurutnya, temuan itu masih harus dikembangkan dengan mengujikan khasiat sayuran tersebut pada kelompok yang lebih luas.

Tips Mengatasi Anak yang Suka Menggigit Orang Lain

Mengatasi Anak yang Suka Menggigit Orang Lain

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
Foto: thinkstock
Jakarta, Menggigit sebagai pelampiasan amarah merupakan hal yang wajar bagi anak usia 3 tahun ke bawah. Meskipun demikian, jangan biarkan si kecil membahayakan orang lain dengan gigitannya tersebut.

Gigitan anak kecil tidak akan terlalu berbahaya saat giginya baru mulai tumbuh, yakni sekitar usia 9 bulan. Namun jika tidak pernah ditegur lalu menjadi kebiasaan, di usia selanjutnya si kecil bisa melukai teman-temannya karena gigi susunya akan terus berkembang.

Seperti dikutip dari Parenting, Minggu (22/8/2010), cara menegur anak kecil yang suka melampiaskan kemarahan dengan cara menggigit adalah sebagai berikut.

1. Dengan memberikan tatapan langsung pada mata si kecil, katakan dengan lembut bahwa manusia  tidak boleh menggigit orang lain atau yang boleh digigit hanya makanan. Anak usia 9 bulan biasanya sudah paham lalu melepas gigitannya, namun jika membandel ikuti langkah berikutnya.
    2. Tarik lengan atau apapun yang digigitnya, lalu awasi sebentar hingga amarahnya mereda. Anak kecil tidak butuh waktu terlalu lama untuk melupakan nafsu menggigitnya, biasanya sudah mulai tenang dalam waktu 30 detik.
      3. Setelah si kecil tampak lebih tenang, katakan kepadanya untuk meminta maaf pada 'korban'. Jika tidak mau bicara, tidak ada salahnya memberikan cubitan ringan dengan tujuan untuk mengenalkan rasa empati terhadap teman yang digigitnya.
        4. Jika si kecil masih sering mengulangi perbuatannya, lakukan cara lain. Beri pujian saat ia bisa bersikap manis pada temannya, sehingga ia merasa lebih dihargai ketika tidak sedang agresif.
          5. Jika kebiasaan buruk itu terus berlanjut hingga berusia 3 tahun, konsultasikan ke dokter anak.
              Sedangkan jika si kecil menjadi korban gigitan teman sebayanya, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.

              1. Segera bersihkan bekas gigitan dengan sabu dan air mengalir, sekalipun kulitnya tidak sampai terkoyak.
                2. Luka sekecil apapun bisa berbahaya bagi anak kecil, karena itu berikan antiseptik jika ada perdarahan di permukaan kulit.
                  3. Jika terdapat luka tusuk yang dalam, segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan antibiotik agar tidak terjadi infeksi.
                    4. Waspadai tanda-tanda infeksi hingga beberapa hari berikutnya, misalnya demam atau bengkak kemerahan di lokasi bekas gigitan.

                        Friday, August 20, 2010

                        Menghilangkan Batu Ginjal Tanpa Pisau Bedah

                        Menghilangkan Batu Ginjal Tanpa Pisau Bedah

                        Sandika Dwi Putri - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        Jakarta, Fungsi ginjal adalah menyaring kotoran di dalam darah, untuk dibuang bersama air kencing. Batu ginjal terbentuk ketika kotoran-kotoran dari makanan tersebut mengeras dan membentuk kristal di ginjal maupun saluran kencing.



                        Batu ginjal ini harus dihilangkan agar ginjal berfungsi normal. Nah, dengan kemajuan teknologi saat ini menyingkirkan batu ginjal bukan lagi hal yang sulit.

                        Salah satu cara untuk mengobati penyakit batu ginjal adalah dengan metode litotripsi. Para ilmuwan terus melakukan inovasi alat litotripsi dengan generasi terbaru yang memudahkan proses pengobatan.

                        Metode ESWL (Extracoporeal Shock Wave Lithotripsy)� adalah tindakan memecahkan batu dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut. Tindakan ini dapat dilakukan pada batu ginjal atau saluran kencing ukuran 4-20 mm. Dengan ESWL, batu akan pecah kecil-kecil seperti pasir sehingga dapat keluar bersama air seni.

                        "Jika dibandingkan dengan metode operasi, ESWL jelas lebih nyaman bagi pasien karena tidak melibatkan pembedahan," kata dr. Gideon F P Tampubolon, SpBU dalam rilis usai acara 'Terapi Terkini Batu Ginjal' di Rumah Sakit Premier Bintaro, yang diterima detikHealth, Jumat (20/8/2010).

                        Alat ESWL yang dimiliki oleh RS. Premier Bintaro adalah alat generasi terkini yang memiliki keunggulan jika dibandingkan generasi yang sebelumnya. Selain ESWL generasi baru, RS Premier Bintaro juga melengkapi fasilitasnya dengan Angiography Machine dan MRI (Magnetic Resonance Imaging).�

                        Keunggulan dari alat ESWL generasi terkini tersebut antara lain adalah desainnya yang menggunakan sitem robotik dan terkomputerisasi. Selain itu, alat ini dilengkapi dengan USG dan X-ray yang dapat bergerak secara otomatis sehingga energi yang ditembakkan dosisnya selalu konstan dalam proses menghancurkan batu.

                        dr. Gideon menjelaskan, sistem komputerisasi dapat menentukan dosis energi gelombang kejut yang akan ditembakkan sehingga penembakan benar-benar bisa tepat sasaran dan mampu menghancurkan batu yang jadi sasaran. Perkembangan ini membuat dokter dan pasien menjadi lebih nyaman.

                        "Selain lebih akurat, prosesnya pun menjadi lebih singkat, yaitu sekitar 1 jam. Ditambah lagi, pasien umumnya tidak perlu rawat inap, kecuali pada kasus-kasus dengan komplikasi atau kasus berat. Sesudah tindakan, biasanya pasien hanya perlu istirahat 2-3 hari," ungkap dokter lulusan fakultas kedokteran UI tersebut.

                        Meski begitu setelah operasi batu ginjal pasien juga harus selalu menerapkan gaya hidup sehat. Karena batu ginjal ini bisa kambuh lagi jika pasien sembarangan dalam makanan atau kurang minum air.

                        Beberapa diet yang disarankan bagi penderita batu ginjal, dikutip dari Gicare adalah:

                        1. Perbanyak minum air putih

                        Air adalah diet paling penting untuk mencegah batu ginjal, karena komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil. Penderita batu ginjal disarankan untuk buang air kecil sekitar 2,5 liter dalam sehari, sehingga harus minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Jika cuaca panas atau sedang banyak aktivitas, konsumsi air harus diperbanyak supaya lebih sering buang air kecil.

                        2. Batasi kalsium

                        Biasanya tubuh tidak akan menyerap kalsium melebihi yang dibutuhkan. Namun pada kondisi tertentu misalnya hipercalciuria, kelebihan kalsium dibuang melalui ginjal dalam bentuk air kencing. Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi asupan kalsium maksimal 800 mg/hari untuk pria dan 1.200 mg/hari untuk wanita.

                        Kalsium banyak terdapat pada sayuran hijau, susu dan berbagai produk olahan berbahan susu. Kalsium pada susu lebih mudah diserap usus dibandingkan pada sayuran hijau.

                        3. Batasi oksalat
                        Bersama kalsium, oksalat (asam yg mengandung satuan COO2) dapat membentuk kristal penyebab batu ginjal. Oleh karena itu, penderita batu ginjal disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghindari sama sekali makanan yang banyak mengandung oksalat. Di antaranya adalah bayam, strawberry, cokelat dan teh.

                        Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi konsumsi oksalat tidak lebih dari 50 mg/hari.

                        4. Batasi garam dan protein nabati
                        Membatasi konsumsi garam natrium dapat mengurangi jumlah kalsium yang dikeluarkan lewat ginjal. Oleh karena itu jika yang terbentuk adalah batu kalsium, maka konsumsi garam natrium sebaiknya dibatasi antara 2.500-3.500 mg/hari.

                        Sementara protein hewani bisa memicu beberapa jenis mineral di urine untuk membentuk batu ginjal. Karena itu penderita batu ginjal harus menggantikannya dengan protein nabati.

                        5. Perbanyak serat tidak larut
                        Ada 2 jenis serat yakni serat yang larut dan serat yang tak larut, masing-masing memiliki fungsi yang sama penting di dalam tubuh. Tetapi dalam hal ini, serat tak larut yang terdapat pada gandum, padi dan terigu bisa mengurangi kadar kalsium dalam urine. Serat tersebut mengikat kalsium ketika berada di usus, sehingga tidak dikeluarkan melalui ginjal.

                        6. Batasi konsumsi vitamin C
                        Salah satu hasil metabolisme vitamin C adalah oksalat. Karena oksalat bisa membentuk kristal, maka penderita batu ginjal harus membatasi asupan vitamin C.

                        Air Kelapa Mengganti Cairan yang Hilang Saat Puasa

                        Air Kelapa Mengganti Cairan yang Hilang Saat Puasa

                        Vera Farah Bararah - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        Jakarta, Dalam sehari manusia mengeluarkan cairan dalam tubuh sekitar 2 liter baik berupa urine, keringat atau yang lainnya. Ketika puasa pemasukan cairan menjadi terbatas, tapi ada cara cepat mengganti cairan tubuh yang hilang.

                        Seringkali ketika melihat orang berbuka puasa dengan minum air kelapa. Ternyata kebiasaan ini cukup membantu menghilangkan rasa haus dan mengganti konsumsi air yang hilang setelah 14 jam lebih berpuasa seharian.

                        "Mengonsumsi air kelapa adalah salah satunya, terlebih lagi karena air kelapa mengandung komposisi elektrolit atau mineral yang seimbang dan mirip dengan cairan darah manusia," ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, saat dihubungi detikHealth, Sabtu (21/8/2010).

                        Lebih lanjut dokter yang akrab disapa Dr Tati ini menuturkan kandungan yang terdapat di dalam air kelapa adalah air sebanyak 95,5 persen, nitrogen sebanyak 0,05 persen, asam fosfat sebanyak 0,56 persen, kalium sebanyak 0,25 persen, kalsium oksida sebanyak 0,69 persen, magnesium oksida sebanyak 0,59 persen serta sedikit zat besi dan gula.

                        "Bila air kelapa dikonsumsi sebagai minuman untuk menghilangkan rasa haus seperti halnya minum air, maka hal ini tentu saja tidak menjadi masalah," ujar dokter yang juga menjadi anggota Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

                        Beberapa orang yang menderita batu ginjal juga sangat percaya air kelapa membantu memecah batu ginjalnya. Tapi menurut Dr Tati penderita ginjal malah harus berhati-hati mengonsumsinya.

                        Hal ini disebabkan orang yang memiliki gangguan ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuhnya. Jadi sebaiknya berhati-hati dengan segala cairan yang diminum.

                        Menurut Dr Tati sejak dulu, air kelapa digunakan untuk pengobatan secara herbal oleh nenek moyang manusia. Air kelapa dapat memperlancar susah kencing, mabuk, mengobati kelelahan dan kini juga digunakan untuk menaikkan cairan ketika kena demam berdarah.

                        "Sejak zaman nenek moyang, air kelapa selain untuk menghilangkan rasa haus juga sudah dikenal dengan beberapa khasiat lainnya yang memerlukan pembuktian secara ilmiah," ungkap dokter yang juga menjadi staf pengajar di FKUI.

                        Dr Tati mencontohkan manfaat dari air kelapa adalah kandungan asam lauratnya yang bermanfaat sebagai antivirus dan anti kuman. Sifatnya sebagai minuman isotonik, kandungan gula, kalium dan rendahnya kandungan natrium cocok sebagai minuman berenergi untuk atlet karena dapat mengatur elektrolit tubuh dan menghilangkan rasa lelah.

                        Mendengkur Dapat Membakar Kalori

                        Mendengkur Dapat Membakar Kalori

                        Merry Wahyuningsih - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        California, Mendengkur alias ngorok dialami hampir semua orang terutama jika tidur dalam kondisi yang terlalu letih. Dan ternyata kebiasaan buruk yang sering mengganggu orang lain ini bisa membakar kalori.

                        Ilmuwan menemukan bahwa orang yang sering mendengkur dalam tidurnya dapat membakar kalori lebih banyak ketimbang orang yang jarang mendengkur.

                        Hal ini berdasarkan alasan bahwa mendengkur dan gangguan pernapasan dipicu akibat peningkatan aktivitas dari sistem saraf. Sehingga, orang yang sering mendengkur akan membakar kalori lebih banyak.

                        Ilmuwan dari University of California mempelajari 212 orang yang sering mendengkur, berbicara (ngigau) saat tidur, mengalami kesulitan bernapas dalam tidur atau bahkan mengalami penghentian napas secara periodik. Kemudian, ilmuwan menghitung berapa banyak kalori yang terbakar pada beberapa tingkat masalah kesehatan yang berbeda.

                        Hasilnya, seperti dilansir dari GeniusBeauty, Jumat (20/8/2010), orang yang selalu mendengkur (teratur) dapat membakar sekitar 2000 kalori per hari, sedangkan orang yang hanya mendengkur sewaktu-waktu (kadang-kadang) membakar 1626 kalori.

                        Namun dengan hasil penelitian ini, bukan berarti semua orang yang mendengkur memiliki tubuh langsing. Karena pada dasarnya, orang yang mendengkur adalah orang yang mengalami gangguan tidur dan kelelahan. Dan kedua hal tersebut justru memicu orang untuk makan lebih banyak dan memilih makanan berenergi tinggi.

                        Selain itu, orang yang kurang tidur normal dan mendengkur cenderung memiliki sedikit energi di siang hari, belum lagi kurangnya kebugaran dan latihan fisik lainnya. Kondisi ini bila dikombinasikan dengan pola makan tinggi kalori, maka dapat membuat orang menjadi obesitas (kegemukan).

                        Mendengkur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti amandel membesar, peradangan mukosa nasofaring yang disebabkan oleh alergi atau infeksi, pembengkakan, alkoholisme dan lain-lain.

                        Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang tidur dengan binatang peliharaan sejak kecil, seperti anjing, cenderung memiliki risiko mendengkur lebih tinggi.

                        Namun sebaiknya orang justru menghilangkan kebiasaan mendengkur karena bisa berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa masalah pernafasan pada saat tidur menandakan ada masalah yang serius di tubuh seseorang.

                        Apnea atau gangguan pernafasan yang terjadi berulang kali dan mengganggu tidur seseorang, terjadi ketika otot bagian belakang tenggorokan gagal membuka jalur udara untuk pernafasan.

                        Hal ini dapat menyebabkan pola tidur yang salah dan rendahnya asupan oksigen dalam darah, dan ujung-ujungnya mengarah pada berbagai penyakit seperti hipertensi, jantung, masalah mood dan ingatan.

                        Studi yang dilakukan University of Maryland Medical Center menemukan bahwa masalah pernafasaan saat tidur atau apnea dapat meningkatkan depresi dan memperparah mimpi buruk serta stres pasca trauma.

                        Biasanya penderita apnea sering merasa ngantuk di siang hari, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan mobil pula.

                        Sayuran Berdaun Hijau Bisa Kurangi Risiko Diabetes

                        Sayuran Berdaun Hijau Bisa Kurangi Risiko Diabetes

                        Vera Farah Bararah - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        Leicester, Selama ini masyarakat mengetahui bahwa cara untuk mencegah diabetes tipe 2 adalah mengurangi konsumsi gula. Kini peneliti Inggris menemukan bahwa konsumsi sayuran berdaun hijau juga bisa mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

                        Dalam sebuah analisis terhadap enam penelitian yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayuran, didapatkan bahwa sayuran berdaun hijau seperti bayam atau kubis memiliki pengaruh positif yang signifikan dalam hal mencegah diabetes.

                        Laporan penelitian yang dimuat oleh British Medical Journal (BMJ) didapatkan satu atau setengah porsi sayuran dalam satu hari bisa mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebanyak 14 persen. Tapi para ahli tetap menyarankan masyarakat agar mengonsumsi 5 porsi sayuran dan buah setiap harinya.

                        Para peneliti dari Leicester University mengkaji data dari 220.000 orang dewasa. Didapatkan bahwa mengonsumsi buah dan sayur bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2. Tapi jika seseorang mengonsumsi sayuran berdaun hijau termasuk brokoli dan kembang kol, maka pengurangan risiko yang terjadi jauh lebih signifikan. Tim peneliti menemukan mengonsumsi 106 gram sayuran berdaun hijau bisa mengurangi risiko sekitar 14 persen.

                        "Kita tahu bahwa asupan sayuran dan buah adalah suatu hal yang penting, tapi studi ini menunjukkan bahwa sayuran berdaun hijau menjadi sangat penting dalam hal mencegah diabetes tipe 2," ujar Profesor Melanie Davies, profesor pengobatan diabetes dari University of Leicester, seperti dikutip dari BBCNews, Jumat (20/8/2010).

                        Meski demikian belum dapat diketahui dengan jelas mengapa sayuran berdaun hijau lebih memberikan efek perlindungan. Namun para peneliti memperkirakan bahwa salah satu alasannya adalah kandungan antioksidan yang tinggi serta kadar magnesium yang tinggi.

                        Kini peneliti akan melakukan studi terhadap orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap diabetes tipe 2. Hal ini untuk melihat apakah meningkatkan asupan sayuran berdaun hijau bisa membantu mengurangi peluang seseorang yang berisiko tinggi terdiagnosis diabetes.

                        "Pesan untuk meningkatkan asupan sayuran dan buah tidak boleh hilang, meskipun sayuran berdaun hijau memiliki efek khusus terhadap pencegahan diabetes tapi sebaiknya masyarakat juga tetap mengonsumsi sayur dan buah lainnya," ujar Profesor Jim Mann dari University of Otago di Selandia Baru.

                        Perut pun Bisa Migrain

                        Perut pun Bisa Migrain

                        Merry Wahyuningsih - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        Jakarta, Migrain biasanya digunakan untuk istilah sakit di kepala atau disebut juga dengan sakit kepala sebelah. Ternyata tak hanya di kepala, perut pun bisa mengalami migrain. Bagaimana gejalanya?

                        Dilansir dari NYTimes, Jumat (20/8/2010), Dr David Dodick dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa memang ada kondisi yang dikenal sebagai migrain perut. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada masa kanak-kanak, tetapi bisa juga terjadi pada remaja dan orang dewasa.

                        Pasien biasanya akan mengeluhkan serangan nyeri perut berulang, baik serangan perut sedang maupun serangan berat selama tiga hari. Rasa sakit, layaknya migrain di kepala, dapat dikaitkan dengan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah.

                        Menurut Dr Dodick, sangat sedikit yang diketahui tentang mekanisme migrain perut ini. Tapi untuk mengatasi kondisi ini, dokter biasanya meresepkan obat antimigrain yang biasa digunakan untuk sakit migrain biasa.

                        Ada juga kondisi yang disebut dengan muntah siklik dan sering terjadi pada anak-anak. Dr Dodick mengatakan bahwa kondisi ini juga setara dengan migrain perut.

                        Kesetaraan ini dilihat dari gejala migran yang berhubungan, tetapi tidak disertai dengan sakit di kepala, sehingga bisa disebut dengan migrain perut.

                        Pasien muntah siklik biasanya mengalami nyeri berulang dan sering muntah. Nyeri bisa dirasakan empat kali dalam sejam dan muntah dapat berlangsung selama satu jam hingga lima hari.

                        Dr Dodick menjelaskan bahwa kedua gangguan ini adalah diagnosis dari pengecualian. Artinya, penyebab migrain harus secara sistematis diatasi dengan cara evaluasi yang lengkap oleh dokter ahli pencernaan dan ahli migrain, sebelum dapat membuat diagnosis migrain.

                        Thursday, August 19, 2010

                        Apa Beda Pelupa dan Alzheimer?

                        Apa Beda Pelupa dan Alzheimer?

                        Merry Wahyuningsih - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        Jakarta, Menjadi pelupa memang gejala awal penyakit Alzheimer. Tapi tidak setiap lupa merupakan gejala penyakit penurunan fungsi saraf otak tersebut. Apa bedanya lupa yang normal dan penyakit Alzheimer?

                        Banyak orang yang khawatir menderita penyakti Alzheimer jika sering mengalami masalah memori. Pada dasarnya, kehilangan memori jangka pendek pada usia 60 atau 70an tahun adalah normal, namun beberapa orang dengan masalah memori ringan bisa saja mengembangkan penyakit Alzheimer.

                        Bagaimana membedakan lupa normal dan lupa yang disebabkan oleh Alzheimer?

                        Dilansir dari Health.com, Jumat (20/8/2010), berikut beberapa hal yang terjadi pada kelupaan normal:
                        1. Lupa dengan beberapa bagian dari pengalaman
                        2. Lupa tempat memarkirkan mobil
                        3. Lupa dengan acara di masa lalu
                        4. Lupa dengan nama seseorang tapi dapat mengingatnya kemudian
                        5. Lupa dengan suatu objek, seperti kunci motor atau mobil

                        Sedangkan lupa yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer adalah sebagai berikut:
                        1. Lupa dengan seluruh pengalaman yang pernah terjadi
                        2. Lupa dengan cara mengendarai mobil atau membaca jam
                        3. Lupa dengan acara-acara yang baru saja terjadi, misal lupa bila Anda baru saja selesai memasak
                        4. Lupa dengan seseorang padahal Anda sudah mengenalnya sebelumnya dan Anda benar-benar tidak dapat mengingatnya meski sudah diberi bantuan untuk mengingat

                        Penyakit Alzheimer juga menyebabkan perubahan dalam pemikiran, perilaku dan kepribadian. Pada awal penyakit ini, orang tersebut masih mampu bersikap tepat dalam situasi sosial dan orang lain percaya bahwa orang itu tidak sakit.

                        Untuk dapat lebih membedakan lupa normal dan lupa yang disebabkan oleh Alzheimer, berikut 10 tanda umum yang dialami penderita Alzheimer:
                        1. Lupa dengan informasi nama dan nomor telepon dan tidak mampu untuk mengingatnya lagi
                        2. Kesulitan melaksanakan tugas yang sebelumnya rutin Anda lakukan, misalnya memasak.
                        3. Mengalami masalah dengan bahasa, seperti lupa dengan kata-kata sederhana atau mengucapkan kata-kata yang tidak biasa.
                        4. Disorientasi tempat dan waktu, seperti lupa dimana Anda tinggal.
                        5. Penurunan penilaian, seperti tidak bisa membedakan cuaca dan memberi uang begitu saja kepada orang asing.
                        6. Mengalami masalah dengan pemikiran abstrak, seperti tidak bisa menyeimbangkan buku atau tidak mengerti dengan nominal angka uang.
                        7. Lupa menempatkan dan bagaimana menyimpan barang-barang, seperti meletakkan besi di dalam freezer atau jam tangan di dalam mangkuk gula.
                        8. Perubahan mood (suasana hati) dan perilaku, seperti mengalami marah dengan tiba-tiba kemudian tenang atau menangis tanpa alasan yang jelas.
                        9. Perubahan kepribadian, seperti menjadi sangat bingung, curiga, takut atau sangat bergantung dengan anggota keluarga.
                        10. Kehilangan inisiatif, seperti tidur sepanjang waktu, menonton televisi sepanjang hari atau tidak ingin melakukan kegiatan yang biasa dilakukan.

                        1 dari 5 Remaja Budek Karena Dengarkan Musik Keras-keras

                        1 dari 5 Remaja Budek Karena Dengarkan Musik Keras-keras

                        Vera Farah Bararah - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        Boston, Mendengarkan musik melalui iPod, MP3 player, handphone dan segala alat yang menggunakan earphone sudah menjadi kebiasaan remaja. Tapi gara-gara itu juga banyak remaja yang mengalami tuli ringan alias budek sedikit.

                        Dari survei yang dilakukan Harvard-affiliated Brigham and Women's Hospital di Boston, ditemukan 1 dari 5 remaja di Amerika mengalami kebudekan.

                        Bukan karena alat-alat pemutar musik itu yang salah, tapi cara mendengarkan yang kelewat keras mulai dari 85 desibel atau lebih yang membuat budek.

                        Survei dilakukan pada 1.800 remaja berusia 12-19 tahun di tahun 2005-2006 yang dibandingkan dengan survei kepada 3.000 remaja pada tahun 1988-1994. Hasilnya, terjadinya peningkatan gangguan pendengaran dari 15 persen menjadi 19,5 persen.

                        Sebagian besar remaja ini mengalami kehilangan pendengaran ringan dengan tidak mampu mendengar suara pada kekuatan 16-24 desibel. Kekuatan suara seperti antara lain suara bisikan, air yang menetes, suara daun atau suara ibu yang mengucapkan selamat malam pada anaknya yang mau tidur.

                        Sebagian besar mengalami kehilangan pendengaran ringan (tidak mampu mendengar suara dengan kekuatan 16-24 desibel) seperti suara bisikan, air menetes dan suara daun.

                        Pakar audiolog Brian Fligor Children's Hospital Boston menuturkan lebih dari setengah kaum muda mendengarkan musik dengan volume 85 desibel atau lebih keras. Volume ini setara dengan suara hair dryer dan juga vacuum cleaner.

                        Beberapa ahli kerap mendesak kaum remaja agar tidak menggunakan volume besar jika mendengarkan musik melalui earphone. Meskipun masih ditemukan bukti yang kurang kuat, tapi kondisi ini bisa menjadi salah satu pemicunya. Karena kehilangan sedikit pendengaran akan menimbulkan masalah di sekolah dan di kemudian hari.

                        Brian Fligor, seorang audiolog di Children's Hospital Boston menuturkan lebih dari setengah kaum muda mendengarkan musik dengan volume 85 desibel atau lebih keras. Volume ini setara dengan suara hair dryer dan juga vacuum cleaner.

                        "Memiliki kebiasaan mendengarkan musik pada level tersebut bisa mengubah sel-sel rambut mikroskopis di telinga dalam menjadi jaringan parut, kondisi ini termasuk yang terjadi pada Brady," ujar Fligor, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (19/8/2010).

                        Sementara menurut Dr Gary Curhan dari Harvard-affiliated Brigham and Women's Hospital di Boston sering mendengarkan musik keras akan membuat kehilangan beberapa bunyi konsonan seperti t, k dan s, serta tidak bisa memahami sepenuhnya pembicaraan orang meskipun bisa terdeteksi.

                        Mendengarkan musik memang bukanlah penyebab satu-satunya, karena suara bising yang terus menerus juga bisa menimbulkan masalah. Penggunaan volume musik yang keras memang bukan hal baru, tapi kaum muda dan remaja saat ini menggunakan alat tersebut dua kali lebih lama dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

                        Salah satu kasus remaja yang kehilangan sedikit pendengarannya adalah Matthew Brady dari Foxborough, Massaccutes. Ia memiliki masalah pendengaran hingga akhirnya ia harus pura-pura mengerti apa yang dibicarakan oleh teman-temannya.

                        "Saya akan pura-pura tertawa ketika melihat teman-teman saya tertawa," ujar Brady.

                        Ia selalu mendengarkan musik Bon Jovi dan U2 dengan volume tinggi sambil melakukan treadmill 4 hari dalam seminggu dan melakukan peregangan selama 30 menit. Suatu hari Brady menemukan telinga kirinya tidak bisa mendengar apa-apa, meskipun lambat laun terdengar kembali tapi suaranya tidak sama.

                        "Harapan kami adalah kami bisa mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan volume musik di earphone," ujar Curhan.

                        Jadi silakan dengarkan musik tapi jangan keseringan pakai volume yang keras agar telinga tak budek.

                        Susahnya Membedakan Telur Sehat dan yang Terinfeksi Bakteri

                        Susahnya Membedakan Telur Sehat dan yang Terinfeksi Bakteri

                        Vera Farah Bararah - detikHealth

                        img
                        (Foto: thinkstock)
                        Atlanta, Di balik khasiatnya sebagai makanan sehat, telur sangat rawan terinfeksi bakteri Salmonella. Tapi sayang, untuk mengetahui apakah telur ini sehat atau terinfeksi bakteri susah dilakukan. Yang bisa dilakukan hanya mencegahnya.

                        Telur bisa mengandung bakteri makanan berbahaya yang disebut dengan Salmonella enteritidis (S. enteritidis). Bakteri ini umumnya masuk ke dalam telur melalui beberapa cara, salah satunya adalah terkontaminasinya kulit telur dengan kotoran.

                        Bisa juga karena ayam petelur itu sudah memiliki bakteri Salmonella di dalam ususnya. Pada manusia bakteri ini ditemukan di usus dan kotoran (feses) terutama bagi orang yang sudah terinfeksi.

                        Bisakah masyarakat membedakan telur yang sehat dengan telur yang sudah terinfeksi bakteri Salmonella?

                        "Tidak ada cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengetahui apakah telur telah tercemar atau belum. Karena Salmonella bisa menginfeksi setiap jenis ayam dan tidak ada bukti ilmiah yang bisa menunjukkan suatu telur bebas dari bakteri," ujar Profesor Rob Gravani, seorang profesor ilmu pangan dari Cornell University, seperti dikutip dari LiveScience, Kamis (19/8/2010).

                        Kasus telur yang terkena Salmonella harus dibuktikan lewat pengujian laboratorium dan tidak bisa diterawang dengan mata telanjang.

                        Maka itu, menurut Prof Gravani jika sudah ada pengumuman bahwa telur tersebut terinfeksi sebaiknya masyarakat tidak mengonsumsinya. Karena bagian luar dan dalam telur yang terinfeksi akan tampak normal. Cara lain adalah memperhatikan cara masak dan menyimpan yang benar sehingga bakterinya bisa mati.

                        Wabah telur yang terinfeksi Salmonella secara besar-besaran baru-baru ini terjadi di Atlanta AS. Pemerintah setempat menarik sekitar 380 juta telur dari pasaran akibat terkena wabah Salmonella.

                        Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab wabah Salmonella pada telur ini. Penyelidikan dilakukan di beberapa tempat makan yang memang menyajikan menu makanan dengan telur mentah, telur yang dimasak tidak sampai matang dan telur yang tidak dipasteurisasi.

                        Meski tidak bisa dibedakan antara telur sehat dan yang terinfeksi, ada beberapa tindakan spesifik yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi Salmonella.

                        Caranya seperti dikutip dari CDC.gov adalah:

                        1. Tidak mengonsumsi telur yang sudah retak atau kotor (pada kulit telur terdapat kotoran ayam).
                        2. Mencuci tangan, peralatan masak dengan sabun dan air setelah kontak dengan telur mentah.
                        3. Telur harus dimasak hingga bagian putih dan kuningnya matang (mencapai suhu 71 derajat Celsius) lalu tidak menunda-nunda untuk mengonsumsinya.
                        4. Jangan menyimpan telur pada suhu hangat atau kamar selama lebih dari 2 jam.
                        5. Simpan telur di lemari pendingin jika tidak ingin digunakan.
                        6. Menghindari mengonsumsi telur mentah.
                        7. Usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan di restoran yang dibuat dengan telur mentah, kurang matang atau belum di pasteurisasi.
                        8. Usahakan untuk selalu menyimpan telur pada suhu 45 derajat Fahrenheit (kurang dari 7 derajat Celsius) sepanjang waktu.

                        Jika seseorang keracunan Salmonella, biasanya akan mengalami gejala demam, kram perut dan diare sekitar 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan yang dikonsumsi. Penyakit ini biasanya berlangsung 4-7 hari.

                        Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, orangtua dan bayi adalah kelompok yang paling rentan terkena sakit akibat infeksi Salmonella. Pada kelompok ini infeksi dapat menyebar dari usus ke aliran darah dan bagian tubuh lain.

                        5 Jenis Kuman yang Kebal Antibiotik

                        5 Jenis Kuman yang Kebal Antibiotik

                        AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

                        img
                        Foto: thinkstock
                        Jakarta, Penggunaan antibiotik yang berlebihan telah menghasilkan kuman-kuman super yang sulit dibunuh dengan obat. Bukan hanya superbug yang ditemukan di India baru-baru ini saja, berbagai jenis kuman super sebenarnya sudah ada di sekitar kita.

                        Yang terbaru adalah kuman bakteri super asal India, yang dinamakan New Delhi metallo-beta-lactamase atau NDM-1. Bakteri yang kebal terhadap antibiotik paling kuat carbapenem ini telah menyebar hingga Pakistan, bahkan telah menginfeksi 50 orang di Inggris.

                        Seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (19/8/2010), NDM-1 bukanlah satu-satunya kuman yang menjadi keprihatinan para pakar mikrobiologi saat ini. Beberapa jenis kuman yang sudah ada sebelumnya juga mulai kebal terhadap antibiotika, termasuk kuman-kuman sebagai berikut.

                        1. Klebsiella Bakteri ini merupakan salah satu penyebab pneumonia yang bisa membunuh korbannya hanya dalam waktu 72 jam. Biasanya ditemukan pada luka terbuka maupun luka terbakar dan dapat memicu infeksi saluran kencing maupun pernapasan.

                        Saat ini, 11 persen infeksi Klebsiella telah kebal terhadap semua jenis antibiotika meski sisanya masih bisa diatasi dengan carbapenem.

                        2. Pseudomonas Bakteri ini hidup di tanah dan menyerang individu yang kekebalan tubuhnya lemah. Sekitar 80 persen infeksi paru-paru ayng disebabkan oleh bakteri ini terjadi pada penderita luka bakar dan cystic fibrosis.

                        Yang menjadi kekhawatiran para ahli adalah jumlah infeksinya meningkat 24 persen selama kurun waktu 2004-2008. Selain jumlah, kekebalan terhadap obat-obat antibiotik juga terus meningkat.

                        3. Escherichia coli Penyebab infeksi saluran kencing dan pencernaan ini termasuk salah satu bakteri yang sulit dimatikan. Bakteri ini menghasilkan enzim, yang membuatnya terus menyesuaikan diri terhadap antibiotika.

                        4. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA)
                        Salah satu bakteri yang ditakuti para ahli ini pandai bermutasi. Selain jenis MRSA yang ditemukan di rumah sakit, ada juga jenis yang ditemukan di luar rumah sakit atau dikenal sebagai 'community MRSA' dan begitu ganas karena bisa memakan jaringan paru-paru.

                        5. Neisseria gonorrhoeae Pekerja seks dan pria hidung belang pasti akrab dengan penyakit gonorrhoea, yang disebabkan oleh bakteri ini. Tidak bisa dianggap remeh sebab jumlah infeksi yang tidak sembuh dengan pemberian antibiotik ciprofloxacyn terus meningkat dari 2 persen pada tahun 2002 menjadi 30 persen pada tahun ini.

                        Kekebalan bakteri penyebab kencing nanah ini sepertinya akan terus meningkat, mengingat pengobatannya di kalangan pekerja seks (yang biasanya mengandalkan tetracycline-HCl) sering tidak terkontrol oleh tenaga kesehatan.
                        Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...